Suatu produk atau jasa dikatakan berkualitas apabila perusahaan memiliki perhatian khusus yang berorientasi pada kualitas produk atau jasa. Akan tetapi, terdapat dua perspektif dalam melihat kualitas dari suatu produk atau jasa yaitu dari perspektif produsen dan dari perspektif konsumen. 1. Perspektif Menurut Sudut Pandang Produsen Produsen melihat kualitas dari dimensi kesesuaian standar dan biaya yang dikeluarkan. Ketika merancang sebuah rangkaian produksi barang atau jasa, produsen melihat apakah produk atau jasa yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan atau belum, atau malah terjadi defect atau cacat. Selain itu juga membandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, produsen melakukan analisis produksi sehingga sumber daya yang dikeluarkan efektif dan efisien. 2. Perspektif Kualitas Menurut Sudut Pandang Konsumen Konsumen melihat kualitas dari dimensi karakteristik kualitas dan harga. Dari sisi kualitas, konsumen melihat ...
1. Prosedur Analitis ( analytical procedures ) Prosedur analitis terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan di antara data. Prosedur ini meliputi: • perhitungan dan penggunaan rasio-rasio sederhana; • analisis vertikal atau laporan persentase; • perbandingan jumlah yang sebenarnya dengan data historis atau anggaran; serta penggunaan model matematis dan statistik, seperti analisis regresi. Prosedur analitis seringkali meliputi juga pengukuran kegiatan bisnis yang mendasari operasi serta membandingkan ukuran-ukuran kunci ekonomi yang menggerakkan bisnis dengan hasil keuangan terkait. Prosedur analitis digunakan untuk tujuan yang berbeda pada suatu audit seperti • Memahami industri dan bisnis klien • Menilai kemampuan entitas untuk terus going concern • ...
Sumber : https://www.cpacanada.ca/-/media/site/operational/rg-research-guidance-and-support/images/01878-rg.jpg Perbedaan utama pendekatan normatif dan positif dalam akuntansi adalah bahwa pendekatan normatif bersifat preskriptif sedangkan pendekatan positif bersifat deskriptif. Pendekatan normatif, seperti dokter yang memberi resep, menyarankan bagaimana para akuntan harus berperilaku untuk mencapai hasil yang diyakini baik dan benar secara moral. Pendekatan positif tidak memberi resep namun lebih menjelaskan bagaimana perilaku orang-orang (biasanya pembuat dan pengguna informasi keuangan) atau memprediksi perilaku mereka terlepas dari benar atau salah. Penelitian akuntansi aliran positif pertama kali berfokus pada pengujian empiris dari asumsi-asumsi yang dibuat oleh para ahli beraliran normatif. Misalnya dengan menggunakan kuesioner dan teknik survey lainnya, perilaku atas kebermanfaatan teknik akuntansi yang berbeda ditentukan. Meskipun penganut kedua pendekatan i...
Komentar
Posting Komentar