Suatu produk atau jasa dikatakan berkualitas apabila perusahaan memiliki perhatian khusus yang berorientasi pada kualitas produk atau jasa. Akan tetapi, terdapat dua perspektif dalam melihat kualitas dari suatu produk atau jasa yaitu dari perspektif produsen dan dari perspektif konsumen. 1. Perspektif Menurut Sudut Pandang Produsen Produsen melihat kualitas dari dimensi kesesuaian standar dan biaya yang dikeluarkan. Ketika merancang sebuah rangkaian produksi barang atau jasa, produsen melihat apakah produk atau jasa yang dihasilkan sudah sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan atau belum, atau malah terjadi defect atau cacat. Selain itu juga membandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, produsen melakukan analisis produksi sehingga sumber daya yang dikeluarkan efektif dan efisien. 2. Perspektif Kualitas Menurut Sudut Pandang Konsumen Konsumen melihat kualitas dari dimensi karakteristik kualitas dan harga. Dari sisi kualitas, konsumen melihat ...
Secara umum terdapat empat standar yang mengatur organisasi sektor publik yaitu: 1) Standar Nomenklatur 2) Standar Akuntansi Sektor Publik 3) Standar Pemeriksaan Keuangan Negara 4) Standar Akuntansi Biaya Standar nomenklatur memberikan acuan dalam proses perencanaan (anggaran), pelaksanaan (klasifikasi dan pencatatan transaksi), dan pertanggungjawaban yang terkait dengan aktivitas atau transaksi publik baik untuk barang, jasa, maupun modal. Misalnya saja belanja pegawai 51xxxx, belanja barang 52xxxx, dan belanja modal 53xxxx. Dengan adanya standar nomenklatur saja tidak cukup, perlu adanya standar akuntansi sektor publik yang berisikan prinsip-prinsip, dasar yang dijadikan acuan dalam pengakuan transaksi dalam organisasi sektor publik, sehingga antara satu organisasi publik satu dengan yang lainnya memiliki dasar dan standar pengakuan yang sama. Dalam tahap pertanggungjawaban dan evaluasi, ada standar pemeriksaan keuangan negara yang mengatur pejabat pemeri...
Bukti Audit Top-Down Bukti audit top-down berfokus pada upaya auditor dalam bisnis dan industri, tujuan manajemen, bagaimana manajemen menggunakan sumber dayanya untuk mencapai sasaran, memperoleh pemahaman tentang keunggulan kompetitif organisasi di pasaran, proses bisnis inti, serta laba dan arus kas yang dihasilkan. Proses audit top-down memberikan bukti tentang risiko bisnis strategis yang dihadapi klien,bagaimana klien menanggapi risiko tersebut,dan kelangsungan entitas. Bukti Audit Bottom-Up Bukti audit bottom-up berfokus pada pengujian secara langsung antar transaksi,saldo akun, serta sistem yang mencatat transaksi tersebut yang pada akhirnya menghasilkan saldo akun. Bukti audit bottom-up meliputi beberapa bentuk penarikan sample transaksi, atau penarikan sample terperinci yang mendukung saldo akun.
Komentar
Posting Komentar